MENDIDIK ANAK MENURUT KHALIL GIBRAN

Anak adalah amanah Allah s.w.t. dan orang tua berkewajiban untuk mendidik anak-anak mereka agar mereka mengenal Tuhannya dan dapat hidup bermasyarakat dengan baik.  Dalam usahanya untuk mendidik anak-anak mereka, orang tua menggunakan berbagai cara.  Kebanyakan mereka mendidik anak berdasarkan naluri dan kebiasaan masyarakat sekitar mereka.  Ada yang mendidik dengan keras dan ada pula yang mendidik dengan lunak.

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah kertas yang bertuliskan syair tentang prinsip-prinsip pendidikan.  Menurut kertas itu, syair itu ditulis  oleh Khalil Gibran, seorang penyair yang tersohor.  Saya tidak tahu apakah ini betul karya Khalil Gibran tapi isinya bagus untuk direnungkan, terutama oleh kita yang punya anak.  Berikut adalah syairnya:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan tolleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan perlakuan yang baik, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menambah kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya.

Khalil Gibran

sumber : disini

25 thoughts on “MENDIDIK ANAK MENURUT KHALIL GIBRAN

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akhmad Fauzi…

    Alhamdulillah, bisa berkunjung lagi ke blog yang mencurah banyak pelajaran buat hati dan jiwa. Mudahan kembali aktif dan berkongsi banyak ilmu bermanfaat.

    Subhanallah, saya sangat suka membaca rangkaian syair dalam usaha mendidik anak agar membangun dalam kehidupan yang sempurna dan aman.

    Siapapun yang menulisnya, adalah orang yang telah berjasa membuka mata dan hati manusia untuk mengikuti saranan yang bermakna ini. Ia sangat mengesankan saya untuk mengubah cara yang mungkin tidak sesuai dengan anak-anak masa kini.

    Semoga kongsian ini diganjari Allah swt.
    Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak.😀

    • He…he…he…
      bunda siti bisa aja…
      masih banyak belajar dari bunda siti tentunya
      Sayang ini bukan tulisan saya pribadi bund..
      tapi mudah-mudahan bermanfaat buat semua..
      Amin…
      salam buat ais…
      Alhamdulillah dida sudah bisa naik sepeda trus lagi seneng-senengnya tiap hari ngga ingat makan…..

      • bicara soal belajar ngblog, saya lah orgnya yg baru belajar ngblog. baru 8 bln, itu pun mulai rutin aktif di 3 bln belakangan. si masE tuh yg sudah master 🙂

  2. Asslaamu’alaikum wr.wb, Akhmad Fauzi…

    Dalam kesempatan yang ada ini, bunda dengan hati yang tulus ikhlas ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H.

    Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    MAAF ZAHIR DAN BATIN.

    Salam Iedul Adha dari Sarikei, Sarawak.

tuliskan nama mu untuk menginggatku

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s