MENGEJAR RAUDAH, TEMPAT MUSTAJAB

Walaupun saya belum pernah berangkat haji tapi tak ada salahnya saya memberikan info tentang haji….tapi mudah-mudahan saya bisa berangkat haji bareng istri saya…he..he..biar afdol…

jeddah (MCH)–Jamaah haji yang berada di Madinah, tentu akan menjalankan salat wajib 40 kali berjamaah yang biasa disebuat arbain di Masjid Nabawi. Waktu lama dalam menjalan sunat tersebut adalah delapan hari sehingga jamaah mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kekhusyukan beribadah sekaligus berusaha berada di Raudah sebagai tempat yang mustajab.

Perjuangan untuk berada di Raudah memang tidak ringan. Pasalnya, jamaah yang jumlahnya ratusan ribu bahkan sampai jutaan akan memperebutkan tempat tersebut. Jadi, untuk mencapai tempat yang hingga kini mempunyai karpet paling beda di antara karpet yang ada di masjid Nabawi dan mempunyai sejarah tersendiri akan terus menjadi rebutan jamaah dari berbagai negara.

Alhamdulillah pada Selasa (27/10) malam wartawan Kedaulatan Rakyat yang melakukan peliputan ibadah haji langsung dari Jeddah mendapat kesempatan datang ke Masjid Nabawi di Madinah tepat salat Magrib. Sungguh suatu keberuntungan karena setelah jamaah Magraib tidak langsung pulang melainkan menunggu datangnya waktu Isya.

Saat menunggu datangnya Isya ini, berbaur dengan ribuan jamaah lain yang datang dari negara perbatasan dengan Arab Saudi, juga kaum muslimin asal India. Saat itu bersama beberapa teman dari petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, sebagai orang yang pertama kali datang ke Masjid Nabawi menanyakan letak Raudah.

Penjelasan yang diterima, letaknya Raudah adalah sebelah kiri dari panggung kecil yang biasa dipakai muadzin mengumandangkan adzan. Setelah menangkap lokasi itu, tanpa pikir panjang lagi kaki pun menuju sasaran dan sampailah di karpet yang warnanya sudah mulai memudar. “Ini sudah masuk di area Raudah,” kata Ustadz Helmi dari Kementerian Agama.

Betapa hati ini bangga dan lega, karena Allah telah memberikan kemudahan mengantar sampai tempat yang mustajab. Pasalnya, untuk mencapai tempat tersebut memerlukan tenaga dan fisik yang prima. Namun, ada hal yang lebih penting lagi dan perlu diperhatikan yakni kekuatan tekad untuk mendatangi dan keikhlasan hati dalam melangkah menuju Raudah.

Sekitar tujuh meter berada tepat di depan Mihrab Nabi yang terus diserbu jamaah untuk menjalankan salat sunat dan berdoa sesuai keinginannya, wartawan MCH mendapat shaf untuk menunggu salat Isya. Sayang, membuang waktu percuuma, maka lebih baik membaca Al-quran. Kebetulan sebelah kirinya ada orang Indoensia dan berkenalan.

Usai membaca Al-Quran, mencoba bertanya kepada kenalan baru ini. Apa yang kita lakukan di Raudah? “Lakukan salat suanat dan berdoalah supaya dikuatkan iman dan islamnya, serta mohon ampun dan hajat lainnya,” kata Amin, mukimin asal Madura ini.

Ia menjelaskan, rugi besar jika sudah sampai di Masjid Nabawi tidak berusaha mendatangi Raudah sebagai tempat yang mustajab.Jutaan jamaah, kata Amin, terus merebutkan tempat tersebut. Bahkan, jamaah asal Malaysia siap memberikan bayaran kalau ada yang bisa membantu mendapatkan tempat di Raudah.

Untuk itu Amin menyarankan, jamaah haji indonesia bila sudah sampai Masjid Nabawi, maka usahakan bisa di Raudah. Caranya, kalau sudah berada di dalam masjid jam berapa pun jangan tergoda dengan rasa ingin pulang.

Selain itu, lanjutnya, jika sudah sampai dalam masjid, masuk terus ke dalam dan mengambil posisi yang dekat dengan tempat tujuan. Dengan demikian, bila ada kesempatan bergeser tidak mengalami kesulitan. “Ingat, niatkan hati dengan sungguh-sungguh dan terus berdoa, Insya Allah akan diberi kemudahan meski berdesak-desakan,” tutur Amin.

Upaya lainnya adalah usahakan datang ke mesjid pada awal pintu mesjid dibuka. Dengan demikian mempunyai waktu cukup untuk melaksanakan salat Tahajud, salat Tasbih, dan salat Fajar serta melakukan zikir atau membaca Al Quran. �itulah beberapa hal untuk mendapatkan tempat di Raudah,� papar Amin.

Raudah ini adalah bekas mesjid Rasullah dan berada disamping makam Rasullah, Abubakar Sidiq dan Umar bin Khatab. Pada pukul 09.00 sampai dengan 30 menit sebelum waktu Zhuhur Raudah dikhususkan untuk kaum perempuan. Karena itu, jamaah perempuan disarankan untuk mendapatkan tempat ini, sebaiknya sejak pagi hari cari tempat di dekat Raudah jadi akan memudahkan untuk mencapai Raudah ketika penyekatnya dibuka.

Demikian pula saat selasai salat Subuh, sebaiknya jangan langsung keluar mesjid. Akan tetapi lakukanlah zikir dan membaca Al Quran sebanyak-banyaknya sampai selesai shalat Dhuha. Selesai shalat Dhuha carilah sarapan pagi yang banyak terdapat di sekitar masjid, dan kembali ke masjid melanjutkan membaca Al Quran.

Apabila dirasakan cukup, maka pulanglah ke pondokan untuk istirahat. Kemudian, sekitar pukul 11.00 siang kembalilah ke mesjid untuk melanjutkan membaca Al Quran sampai waktu shalat Dzuhur. Jngan lupa kembali makan sxdiang untuk menjaga stamina, setelah itu sebaiknya habiskan waktu di mesjid saja untuk melanjutkan membaca Al Quran sampai salat Ashar.

Sesudah salat Ashar bisa istirahat sebentar dan kembali ke mesjid sampai selesai shalat Isya. Percayalah Allah akan memberikan kemudahan dalam meraih Raudah tenmpat yang mustajab. (Syaifullah Hadmar)

4 thoughts on “MENGEJAR RAUDAH, TEMPAT MUSTAJAB

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Akhmad Fauzi…

    Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Saya sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.

    Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan saya lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.

    Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan saya dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.

    Saya juga merindui untuk sampai ke sana. Doakan saya ya.

    Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari saya Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.

  2. kita saling mendoakan yah semoga dimudahkan Allah ke tanah suci.
    seneng banget baca artikel soal haji. kapan ya Allah?

  3. Assalamu Alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya tertarik untuk sobat2 yang ingin masuk ke Roudah, ini adalah pengalaman saya mudah2an ini bisa membnatu kepada saudara2ku untuk masuk kedalam Roudah,yang saya lakukan adalah pagi2 sekitar jam 02.00 atau 03.00 dinihari langsung ke mesjid dan masuk ke roudah duduklah disamping / dihadapan mimbar Nabi, karena masih sepi maka kita bisa memilih tempat yang kita mau tapi yang disarankan dihadapan / disamping mimbar ,karena nanti setelah subuh areal Roudah akan dipasangi sitroh ( pembatas ) dan batas itu akan membentang ditiang samping mimbar terus memutar disekeliling Roudah ,makanya kita harus duduk disamping mimbar agar pada saat dipasang sitroh ( pembatas ) kita berada didalam ,tapi ini hanya bisa dilakukan oleh jama’ah laki2 tidak untuk jama’ah wanita ,bisa juga kita duduk disamping makam Nabi terserah tapi kalo disamping makam Nabi biasanya agak penuh,mudah2an tulisan ini bisa membantu pada para jama’ah umroh khususnya tapi kalo musim haji keliatannya pengalaman diatas agak sulit dilakukan karena banyaknya jama’ah yang ingin di Roudah . sekian mudah2an pengalaman ini bisa bermanfaat bagi para kaum muslimin dan muslimat . Wassalamu alaikum Warahmatullahi wabarokatuh.

tuliskan nama mu untuk menginggatku

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s