MERAJUT TAQWA

Bila kita mengharapkan seseorang bersikap tulu dengan esungguhnya, bisa jadi kita akan kecewa.Apalagi bila kita mengharapkan sikap tulus itu akan ditunjukan secara terus menerus , tak tergerus sedikit pun.Dalam kehidupan yang mengagung – agungkan kehidupan materi, sikap tulus dianggap absurd.Tak seorang pun percaya bila suatu tindakan dilakukan tanpa pamrih.

Bila begitu keadaanya , manusia akan hidup dalam keterasingan.Meskipun berada di tengah keramaian.Semuanya serba semu, semuanya jadi tidak pasti.Mungkin berbagai sarana yang menunjang aktifitas lengkap tersedia.Mungkin juga ada berbagai fasilitas yang memungkinkan setiap orang berkomunikasi.Tapi, keterasingan itu akan semakin kuat terasa karena kehidupan tak lebih menjadi transaksi jual – beli.Selebihnya , manusia hanya termanggu menatap keriput diwajahnya sambil menghitung sisa waktu.

Teriakan menyoal rasialisme membuat keterasingan itu mengoyak dinding nurani.Haruskan ]]h seseorang diasingkan karena ada sesuatu yang berbeda?Tapi itulah yang terjadi.Mengelinding tak pasti , membuat kehidupan kehilangan makna sama sekali.Dan anehnya, hal itu berulang dan berulang lagi.Seakan ada gunanya manusia untuk berpikir sekian kali.Sebab, yag tercipta justru dinding – dinding yang tinggi.Atau jalan buntu yang memuncrakan keputusasaan.
Tiba – tiba saja kita terjebak pada penilaian semu terhadap hakekat hidup.Juga terhadap sesame manusia.Kita juga begitu mudahnya mengelompokan manusia berdasarkan kategori yang kita sukai.Bila sesuai dengan selera, kita akan tersenyum puas.Peduli apa dengan keluh kesah , air mata dan darah?Bila memaksakan kehendak , meski untuk itu harus menghalalkan segala cara.Apakah kita akan bertindak seperti itu tanpa jeda, tanpa pe rlu mengevaluasi diri?

Maha suci Alloh yang telah berfirman, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal “.Sesungguh menyejukan hati, karena Alloh telah mencanangkan kemuliaan sesorang tidak berdasarkan sesuatu apapun.Sesuatu yang bila jadi berbeda , asing dan tidak dikenal.Sesuatu yang bisa menimbulkan konflik , pertikaian , kerusuhan.Tapi Alloh menilai kemuliaan seseorang dari ketaqwaanya.” Taqwa itu disini “ sabda Rosululloh saw sambil menunjuk dada.

Bila Alloh Rabbiul Izzati, Dzat yang maha tinggi , Penguasa Alam semesta ini, menilai manusia dengan criteria yang agung, mengapa kita justru terperangkap pada kenistaan dalam bersikap?Padahal kita adalah Makhluk-Nya yang lemah, yang lemah tanpa petunjuk-Nya.Tak jarang kita menilai orang lain dari hal – hal yang sepele dan tidak perlu.Sebaliknya, kita justru lupa merajut taqwa agar tetap kuat terjalin dalam dada kita.Agar semakin kokoh fungsi kita di muka bumi sebagai pemakmurnya.Bukan justru menghancurkan segala yang ada….Semoga Alloh SWT mencurahkan taufik dan hidayah-Nya..” Wallahu ‘alam

27 thoughts on “MERAJUT TAQWA

  1. Disadari atau tidak bangsa kita sudah dirasuki faham sekular yang bahkan lebih sekular dari sekular yang sesungguhnya.
    Semoga kita semua segera menyadari akan hal ini.

  2. Iya Mas, ketakwaan dan keimanan menjadi benteng diri yang tangguh untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan ini.
    Salam dari Kendari…

  3. Dalam meraih taqwa sering ada banyak hal yang merintanginya dari dalam diri sendiri maupun godaan dari luar, namun yang terpenting tetap berusaha dan dengan azzam yang kuat untuk mewujudkannya, semoga kita termasuk golongan yang mampu memerangi hawa nafsu untuk bisa maraih taqwa.

  4. (Maaf) izin mengamankan KELIMAAAX dulu. Boleh, kan?!
    Semoga kita selalu diberikan taufik, hidayah, dan inayah dari Allah sehingga selalu mampu bertaqwa kepada-Nya

  5. Taqwa adalah sebaik-bak bekal untuk menghadap kepada-Nya kelak.

    Salam hangat dari Plesiran – Blog untuk mempromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Pengirim artikelnya bahkan akan mendapatkan tali asih berupa sebuah buku yang menarik dan bermanfaat.
    Silahkan kirim artikelnya. Terima kasih.

  6. sayangnya sekarang ini bangsa kita semakin memperuncing perbedaan itu, sepertinya semboyan Bhineka Tunggal Ika sudah tidak di anggap lagi..
    miris melihat Indonesia sekarang ini..
    semoga semakin banyak dari kita yang menyadari dan bisa membaca tulisan ini, bahwa di mata Allah ketaqwaan seseoranglah yang di nilai..
    terima kasih sudah berbagi🙂

  7. Assalaamu’alaikum Akhmad.
    Jika kita mahu membuat penilaian, haruslah dengan saksama iaitu menilai betul pada tempatnya. Itulah namanya al-Adaalah. Jika tidak kita akan disebut zalim. menilai atau meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

    Kerana itu Allah mengajar kita dengan merujuk kepada ketakwaan kepada-Nya dalam menentukan kemuliaan seseorang, bukan pada materi, harta, kecantikan atau kekuatannya.

    Salam mesra dari Bangi, Selangor.😀

  8. Ketenangan Jiwa merupakan sumber kebahagiaan hidup yang menjadi impian setiap manusia yang hidup bersosial, berbangsa dan bernegara dalam konteks dunia nyata atau riill. Tidak ada alasan untuk tidak menginginkan ketenangan jiwa, karena tanpa “Ketenangan Jiwa” seseorang akan merasa selalu gelisah, takut, dan mendeita. Oleh sebab itu mulailah dari diri sendiri untuk mewujudkan kehidupan yang memiliki jiwa yang tenang. Semoga kita dapat meraih dan memperoleh impian yang paling dasae dan sederhana ini, agar dapat membantu memecahkan segala persoalan yang ada dalam hidup ini.

  9. Beruntunglah bagi kita yang memiliki ketaqwaan sebagai benteng kehidupan di jaman sekarang ini…

    semoga kita menjadi hamba2 yang senantiasa dilindungi ya mas..🙂
    salam…

tuliskan nama mu untuk menginggatku

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s