GAUL TAK BEBAS NILAI

Gaul telah menjadi trend dikalangan anak remaja.Sebagian besar dari mereka menganggap gaul identik dengan Fungky, trendy, Jungkis, dan lain sebagainya, intinya tidak mau di bilang ndeso.Gaul semakin salah makna dan jauh dari norma – norma manakala sudah bersentuhan dengan dunia malam,Dugem,narkoba,apalagi yang satu ini “ seks bebas “.Fenomena gaul berkembang tidak lepas dari media dan gaya hidup selebritis.Selebritis menjadi trenseller , dan ditiru gayanya dalam kehidupan sehari – hari.Laki – laki pakai anting, hidung atau lidah ditindik, rambut dicat warna – warni merupakan sebagian contohnya.Sinetron yang mengambil setting sekolahan juga dinilai jauh dari edukatif, aktrinya pakai seragam ketat, gurunya sering dikerjain, dan konflik yang tiada habis antar teman atau perselingkuhan menjadi tema pokok dalam sinetron kita.

Gaul juga telah merubah gaya hidup anak SMA kita, tidak ada lagi kebersahajaan, yang ada hanya hedoisme dan bersenang – senang.Prinsip hidup mereka pun sangat aneh: kecil suka – suka , muda hura – hura , tua kaya raya , mati masuk neraka surga.Karena ingin suka – suka , gaul dan bersenang – senang maka dibutuhkan modal tidak sedikit.Bagi anak yang orang tuanya tahir “ kaya “ mungkin bukan persoalan, namun bagi orang yang berlatar belakang ekonominya pas – pasan , maka persoalanya menjadi runyam.Banyak yang ingin gaul akhirnya jual narkoba, banyak yang ingin punya HP dan bawa motor terpaksa mengambil punya orang lain “ nyuri “ dan yang tragis lagi ingin gaul dengan mengorbankan harga diri menjadi SHEPIA “ Kaya lagunya shela on7 “ sedikit liriknya = selamat tidur kekasih gelapku….

Perilaku menyimpang sebagai bentuk patologi social merupakan akibat dari berbagai persoalan yang komplek.Persoalan – persoalan tersebut tidak hanya diselesaikan dari satu sisi saja, misalnya ekonomi saja.Pendidikan sejatinya mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan persoalan tersebut dan penanaman pendidikan agama harus mulai diterapkan sejak dini…peran orang tua dalam memperhatikan / memantau tingkah polah anaknya perlu ditingatkan…..Walahu ‘alam..

22 thoughts on “GAUL TAK BEBAS NILAI

    • jadi ingat di forum sebelah….
      ketika saya mengajukan logika penyimpangan budaya (seks bebas dan temen2nya) banyak yang membantahnya….
      mereka bilang pakaian dan pergaulan bebas tidak berpengaruh pada kemajuan, pada ekonomi
      padahal dengan berpakaian yang pamer montonya dada dan mulusnya paha toh kita tetap dalam kemiskinan dan kebodohan…..

      kemudian dia beralasan karena kita di daerah tropis yang panas maka layak berpakaian terbuka, padahal dari segi kesehatan ini sangat berbahaya…..

      yang jelas kita telah punya budaya yang memanusiakan manusia, kenapa harus ikut arus….??

      salam…

  1. Setuju mas..pergaulan skrang smakin bebas…salah2 kita bs terjerumus dalam ‘gaul’ yg salah…smoga kita sllu d’beri petunjuk dan hidayah-Nya…

  2. Assalaamu’alaikum

    Saya amat terkesan membaca tulisan Akhmad di atas. Ternyata hal sedemikian juga dengan berleluasanya berlaku di Malaysia. Adegan di dalam drama/sinetron di Malaysia juga memaparkan kisah kehidupan masyarakat yang mengejar dunia, kemewahan yang tak terbatas dan kemiskinan yang melampau.

    Jika kehidupan yang meleset dari jalan kebenaran agama ditonjolkan dengan lebih banyak dari jalan kebaikan, pasti ia mempunyai pengaruh yang besar dalam menjunamkan akhlak muda mudi kita yang lebih berkiblatkan Barat dan material dalam mengejar kehidupan ini.

    akhirnya kita akan kehilangan generasi ulul-albab yang sangat mementingkan ilmu dan wawasan akhirat. Mudahan kita mampu bersama dengan sesiapa sahaja yang mengambil berat tentang sahsiah anak bangsa kita untuk menjadi warga negara yang bermaruah (harga diri) tinggi.

    salam kenal mas Akhmad. maaf baru mampir membalas kunjungan. Salam mesra dari Malaysia.

  3. Dear Mas Akhmad,,,
    Hmm… Saya tertarik ketika Mas Akham menyebutkan Patologi Sosial..??? Sampeyan kuliah di apa sich Mbak..?? Kok sepertinya apa yang kita pelajari ini serumpun he he he…😀

    Yups,,, Kaitan Norma, Agama, dan kehidupan tidaklah bisa dipisahkan,,,, Barat boleh ditiru, tapi mbok ya niru yang bagusnya, disiplinnya, pinternya, kerja kerasnya, dan lain2 yang bagus,, bukannya niru pergaulan bebasnya, sikap hedonismenya, sikap konsumtif nya hingga bahkan Sekuler nya yang luar biasa bobroknya,,, Na’udzubillah,,,

    Two thumbs for this post,,😉

    Salam semangat selalu

    • heee…mas…bukan mbak?saya bukan siapa – siapa mas?hanya seorang yang sedang belajar saja….dan saya hanya prihatin melihat fenomena perubahan perilaku pemuda – pemudi kita yang sudah jauh meninggalkan norma- norma..baik agama,susila….terima kasih mas mudah2an ukhuwah selalu terjaga…

  4. harus jadi perhatian orang tua kpd anak2nya hheee…..bayangkan skrg sudah banyak anak2 SD yang begitu mudah mengakses video2 porno….kta seorang bpcah

    harun : “ayo don kita kewarnet”
    doni : “sory aku gak boleh kewarnet sama bapakQ”
    harun : “Ahhh…nggak gaul kamu don”

    ini hanya sekedar salah satu contoh…selanjutnya terserah anda…

  5. yang lebih parah lagi….
    harun:” ayo don kita nonton dvd ”
    doni : ” sorry aku ga boleh nonton dvd sama bapaku ”
    Harun: ” ah kamu ga gaul….sekarang kan lagi rame – ramenya video hot ariel – luna maya + cut tari ”

    heeeee…

  6. sebelumnya izin koreksi :
    trenseller, harusnya trensetter
    hedoisme, harusnya hedonisme]
    tahir, harusnya tajir.

    hehehe😀

    iya mas tema sinetron kita sudah bertolak belakang sama kehidupan asli warga kita.😀

  7. Gaol juga ada batasnya. Bole aja begaol ma siapa aja, tapi kita lebih pilah-pilih mana yang baek.😀

    Salam. Trim’s udah mampir yee..😀

tuliskan nama mu untuk menginggatku

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s