RAHASIA SEUNTAI KALUNG I

Ehmmm..masih ingat diingatan kita kisah pengabdian Siti Fatimah As Zahra yang telah menghiasi lembaran sejarah islam yag abadi sepanjang masa.Dia adalah pribadi muslimah yang agung …Gambaran  kehidupanya telah melambangkan citra kemurnian wanita islam yang menjadi suri tauladan muslimah .

Kehidupan Fatimah Az Zahra penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.Qolbu Ftimah Az Zahra telah isinari oleh pancaran   nur Illahi.Derita hidup yang dialami karena kemiskinan keluarga tidak membuat dia enggan menolong orang yang kesusahan.

Pernah terjadi di zaman ayahhandanya masih hidup, sebuah kisah yang mengharukan.Pada suatu hari selesai menunaikan salat Rosululloh SAW dikelilingi oleh para sahabat.Tiba – tiba datanglah seorang arab pegunungan yang telah tua renta badannya  kelihatan lemah dengan pakaian yang sudah using dan penuh dengan tambalan .Melihat , keadaan orang tua itu langsung Rosululloh  SAW menyapanya.Dengan bibir gemetaran orang itu menjawab : “ Ya Rosululloh , aku sedang lapar sekali.Tolonglah saya ,berlah aku makanan ,hamba tak punya pakaian kecual yang sedang hamba pakai ini.Tolonglah hamba wahai Rosul…..


Rosululloh pun menjawab “ Sayang, aku tidak memiliki apa – apa yang dapat kuberikan .tetapi orang yang menunjukan kebajikan adalah sama dengan orang yang melakukanya.Pergilah sekarang ketempat orang yang dicintai oleh Alloh dan Rosul-Nya.Ia lebih mengutamakan Alloh dari pada dirinya sendiri…itulah Fatimah Putriku….Rumahnya dekat sekali dengan rumahku……”demikian jawab kepada orang arab pegunungan itu,sambl berkata demikian Rosululloh SAW menyuruh Bilal bi Rabbah agar mengantar orang tua itu kerumah siti Fatimah…

Sesampainya didepan rumah Siti Fatimah Az Zahra dengan suara yang tersendat – sendat orang tua itu memanggil – manggil “ Wahai ahlil bait…Hai keluarga Rosululloh ,penghuni tempat yang sering didatangi olah para Malaikat , tempat Jibril membawa wahyu Alloh!

Mendengar suara orang yang berseru demikian ,Fatimah segera keluar serta mengucapkan salam seraya bertanya tentang keadaan dan keperluan orang tua itu.Pertanyaan atimah dijawab oleh orang tua itu dengan suara serak :

Aku orang pegunungan ,aku datang dari tempat yang jauh mengharapkan pertolonganmu.Aku telah mendatangi ayahmu dan aku disuruh kesini.Wahai putri Nabi aku lapar sekali ,berilah aku makan dan aku tak mempunyai pakaian .Tolonglah aku semoga Alloh merahmatimu.”

Mendengar jawaban orang tua itu Fatimah bingung memikirkan apa yang mesti ia berikan kepada orang tua itu untuk meringankan penderitaan nya.Pandangan orang tua itu penuh harap mendapat kasih dari putrid Nabi tersebut..Fatimah cemas da n bingung karena apa yang hendak diberikan kepada orang tua tersebut….

Sedangkan  dia sendiri bersama keluarganya dalam keadaan miskin.Sudah tiga hari puasa dam tidak mempunyai makanan untuk berbuka.Namun Fatimah tidak tega melihat keadaan orang tua tersebut..ia merasa sangat sedih ..kemudian Fatmah kembali kedalam rumah mencari apa yang dapat diberikan ….Ternyata hanya ada selembar kulit kambing untuk alas tidur Putranya ..inilah kiranya yang dapat diberikan kepada orang tua yang mengharap pertolonganya itu.

Menerima pemberian Fatimah orang tua itu tercengang bercampur heran ,apa kiranya yang dapat diperbuat dengan selembar kulit kambing padahal ia sedang lapar,sedang yang diharapkanya adalah makanan utnuk menghilangkan laparnya dan pakaian yang dapat ia pakai ..lalu orang tua itu bertanya kepada Fatimah :

Hai putri Muhammad ,aku datang kepadamu karena mengharapkan engkau dapat memberiku makan dan pakaian untuk menutup tubuhku yang hamper telanjang .Tetapi yang kudapat hanya selembar kulit kambing ..lalu apa yang dapat ku perbuat dengan kulit kambing ini”?

Ketika mendengar kata – kata orang itu Fatimah bertambah haru hatinya ,Ia sangat malu dan merasa heran mengapa ayahandanya menganjurkan orang ini datang kepadanya,padahal ayahandanya tahu bahwa ia tidak memliki apa – apa dan sering berpuasa menahan lapar.

Fatimah merenung sebentar apakah ada bend alai yang dimiliki ya untuk menghibur kedukaan orang tua tersebut.Baru ia teringat : Rupanya ia masih mempunyai benda berharga ,milik satu – satunya yang paling disayangi .Itulah kalung pemberian bibinya,putrid Hamah bin Abdul Mutallib yang juga bernama Fatimah

Fatimah segera melepaskan kalung yang melingkar dilelehnya dan memberikanya kepada orang tersebut dan sambil berkata
Ambilah ini ,mudah – mudahan Alloh mengantinya dengan sesuatu yang lebih baik “

Melihat seuntai kalung yang diberikan oleh puri Rosululloh kepadanya, wajah orang itu berubah gembira bercampur heran.Sambil tersenyum beseri – seri segera orang itu melangkah pergi membawa seuntai kalung pemberian Fatimah menuju masjid dimana Rosululloh dan para sahabatnya sedang berkumpul……..( Bersambung

tuliskan nama mu untuk menginggatku

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s